SEARCH AND RESCUE
Ditulis Oleh : CHEN (MSP.07-153 KK)
I. Pengertian SAR Secara Umum
Istilah search and rescue atau lebih dikenal dengan istilah SAR berarti pencarian dan pertolongan yang meliputi usaha mencari, menyelamatkan, memberian pertolongan terhadap orang atau material yang dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam suatu musibah. Baik musibah kedaruratan kompleks kecelakaan pelayaran, penerbangan, serta musibah bencana alam.
Setiap manusia ditakdirkan memiliki perasaan cinta dan benci. Siapa saja pasti bisa berperan menjadi anggota SAR asal dia memiliki jiwa sosial yang tinggi (siap membantu siapa saja yang membutuhkan pertolongan)
II. Jenis Bencana berdasarkan Waktunya
- Bencana yang terjadi secara tiba-tiba ; Contoh : Gempa bumi, Tsunami, Angin topan/Badai, Letusan gunung berapi, tnh longsor, kecelakaan pesawat dll
- Bencana yang terjadi secara perlahan ; Contohnya : Kekeringan, Rawan pangan, kerusakan lingkungan, konflik yang terjadi pada suatu daerah dll
III. Jenis Bencana Berdasarkan Penyebabnya
A. Fenomena Alam
Penyebab
1. Pergeseran lapisan bumi
· Gempa bumi
· Tsunami
2. Aktifitas Gunung Api
· Gempa Vulkanik
· Semburan Awan Panas
· Hujan Abu
· Erupsi / Letusan
3. Perubahan Iklim / Musim
· Hujan Musiman
· Angin ribut
· Angin Topan
4. Kemarau berkepanjangan
· Kekeringan
· Kebakaran Hutan
B. Ulah Manusia
1. Berhubungan dengan lingkungan
Contohnya : Penebangan hutan tak terkendali, Perusakan area penyanggah daratan dan
laut, Polusi (air, udara & Tanah)
laut, Polusi (air, udara & Tanah)
2. Berhubungan dengan kecelakaan / kelalaian
Contohnya : Kebakaran kilang minyak, Kebocoran reactor nuklir, Kebocoran gas
industri, lumpur lapindo dll
industri, lumpur lapindo dll
3. Kedaruratan kompleks
Contohnya : Perang, Konflik sosial, dll.
IV. Siklus Manajemen Penanggulangan Bencana
A. Pra Bencana
Kegiatan Pra Bencana
1. Pencegahan/Prevention
Upaya pencegahan terjadinya bencana dan jika mungkin meniadakan bahaya bencana
a) menjaring sukarelawan (1x setahun)
b) melatih sukarelawan bencana (4x setahun)
c) informasi dan demonstrasi pada masyarakat bila terjadi bencana (kemana menyelamatkan diri bila terjadi bencana, dll) (2xsetahun)
d) koordinasi tentang penyelamatan masyarakat misalnya pada saat forum desa (1xsetahun)
e) Melarang pembakaran hutan dalam perladangan
f) Melarang penambangan batu di daerah yang curam
2. Mitigasi
Definisi mitigasi adalah proses mengupayakan berbagai tindakan preventif untuk meminimalisasi dampak negatif bencana yang akan terjadi. Mitigasi merupakan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat, misalnya pendidikan peningkatan kesadaran bencana, latihan penanggulangan bencana, penyiapan teknologi tahan bencana, membangun sistem sosial tanggap bencana, dan perumusan kebijakan penanggulangan bencana.
3. Kesiap siagaan
Upaya mengantisipasi bencana, melalui pengorganisasian langkah-langkah tepat guna dan berdaya guna. Misalnya: Penyiapan sarana komunikasi, pos komando, penyiapan lokasi evakuasi, Rencana Kontinjensi, dan sosialisasi peraturan / pedoman penanggulangan bencana.
4. Peringatan Dini (early warning)
Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang:
Pemberian peringatan dini harus:
a) Menjangkau masyarakat (accesible)
b) Segera (immediate)
c) Tegas tidak membingungkan (coherent)
d) Bersifat resmi (official)
B. Saat Bencana
1. PEMBERANGKATAN TIM
a) Aksi tanggap darurat/EMERGENCY RESPONSE ACTION (ERA)
pengiriman relawan
pengiriman relawan
b) Medis
kesehatan dan obat-obatan
kesehatan dan obat-obatan
c) Program recovery
pemulihan trauma mental dan semangat,
rekontruksi sarana dasar dan pendidikan
pemulihan trauma mental dan semangat,
rekontruksi sarana dasar dan pendidikan
2. GAWAT DARURAT
Keadaan dimana diperlukan pertolongan segera ( cepat,cermat,tepat) untuk mencegah kematian atau kecacatan
3. TANGGAP DARURAT (response)
Upaya penangulangan dampak yang timbul akibat bencana, terutama penyelamatan korban dan harta benda, evakuasi dan pengungsian.
4. PERMASALAHAN SAAT BENCANA
a) Keterbatasan SDM
b) Keterbatasan Peralatan/sarana
c) Sistem kesehatan di Indonesia belum dipersiapkan secara khusus untuk penanganan bencana
C. Pasca Bencana
kegiatan pengamatan paska bencana
1. Rekonstruksi
pengamatan terhadap dampak bencana (misalnya sumur yang rusak, pipa air putus atau jembatan hancur dll)
2. Pemulihan/Rehabilitas
Pemulihan/Rehabilitasi korban sering di anggap enteng dan kadang hanya membantu memulihkan kondisi emosi warga sesaat (menghibur, menenangkan warga dengan cara berdoa/berzikir bersama atau mendampingi korban), padahal disinilah letak dampak yang sangat serius dari bencana itu sendiri, korban yang terserang sangat jarang terlihat oleh mata karena dampaknya langsung ke mental atau jiwa korban itu sendiri dan dapat menyebabkan teroma berkepanjangan.
V. Koordinasi SAR
Saat terjadi bencana bersekala besar sangat diperlukan koordinasi pemerintah, masyarakat dan seluruh organisasi yang berkaitan dengan SAR. Tidak akan maksimal jika penanganan korban bencana di lakukan dengan tidak adanya koordinasi antar pihak.
Beberapa organisasi SAR di Indonesia
· BASARI (Badan SAR Indonesia) : 6 mentri (Keuangan, Hankam, Dalam Negri, Luar Negri, Sosial dan Perhubungan)
· BASARNAS (Badan SAR Nasional) : dibawah koordinasi Departemen Perhubungan
· KKR (kantor koordinator rescue) : ada dilokasi Jakarta, Surabaya, Ujung Pandang dan Biak
· SKR (Sub Koordinasi Rescue) : ada didaerah Medan, Jakarta, Tanjung Pinang, Denpasar, Pontianak, Manado, Banjarmasin, Kupang, Ambon, Balik Papan, Sorong, Maruke, Jaya Pura.
Organisasi Operasi SAR
· SC (SAR Coordinator) : Biasanya pejabat pemerintah yang mempunyai wewenang
dalam penyediaan fasilitas.
dalam penyediaan fasilitas.
· SMC (SAR Mission Coordinator) : Harus orang yang mempunyai pengetahuan dan kemampuan tinggi dalam nenentukan MPP (Most Probable Position), menentukan area pencarian, strategi pencarian (berapa unit, teknik dan fasilitas).
Ø Tugas SMC (SAR Mission Coordinator)
ü Menganalisa data yang masuk/diperoleh agar :
- menentukan datum (MPP / Most Probable Position)
- menentukan daerah pencarian
- menentukan jumlah unsure yang dipakai
- memperkirakan berapa lama waktu operasi.
- menentukan datum (MPP / Most Probable Position)
- menentukan daerah pencarian
- menentukan jumlah unsure yang dipakai
- memperkirakan berapa lama waktu operasi.
ü Melakukan koordinasi dengan semua unsure yang terlibat serta melayani hubungan.koordinasi (misalnya dengan pejabat-pejabat, wartawan, dan lain-lain).
ü Menyediakan fasilitas logistik yang diperlukan SRU.
· OSC (On Scene Commander) : Tidak mutlak ada, tapi juga bias lebih dari satu, tergantung wilayah komunikasi dan kesulitan jangkauaanya.
· SRU (Search And Rescue Unit).
Sistem SAR
1. Awareness Stage (Tahap Kekhawatiran)
2. Initial Action Stage (Tahap Kesiagaan/ Preliminary Mode)
3. Planning Stage (Tahap Perencanaan/ Confinement Mode)
4. Operation Stage (Pertolongan)
5. Mission Conclusion Stage (Tahap Akhir Misi / Evaluasi)
"bencana terjadi ketika manusia tidak mampu lagi mengatasi ancaman"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar