Selasa, 04 Oktober 2011

                         MAHASISWA PENCINTA ALAM
                                    ditulis oleh : Deni Oktara (MSP. 07-153 KK)

          Apa sih Mahasiswa Pencinta Alam itu?, untuk mengartikan Mahasiswa Pencinta Alam sebelumnya kita harus mengartikan tiap kata itu satu persatu.

         Mahasiswa adalah orang-orang yang melanjutkan studinya di perguruan tinggi. Gampang ya dapat titel mahasiswa, asal dapat memenuhi syarat melanjutkan studi di perguruan tinggi dialah mahasiswa. Kata maha bererti sangat, amat/teramat. jadi menurut saya mahasiswa adalah orang-orang yang belajar pada perguruan tinggi dengan tidak setengah-setengah dalam hal apa pun sesuai bidang yang di tekuninya. Setiap bidang yang ditekuninya dapat menghasilkan nilai maha/sangat positif dan maha/sangat negatif tergantung kelak ilmunya lebih diterapkan kemana. Pencinta adalah kasih sayang, menjaga dan ingin memiliki sedangkan definisi Alam adalah segala yang ada dilangit dan di bumi.

       Setelah kita mengartikan kata satu demi satu kita dapat mengartikan makna keseluruhan kata dalam satu kalimat. dari makna diatas dapat kita simpulkan bahwa Mahasiswa Pencinta Alam adalah orang yang mempelajari Alam guna melindungi dan merawatnya. Belajar disini pasti belajar bernili positif, karena kata Mahasiswa berdampingan dengan kata Cinta.

          Setelah kita simpulkan makna diatas kita juga dapat simpulkan bahwa pada intinya kegiatan yang hanya sifatnya adventurer (pendakian, panjat tebing, hiking, caving dll) tidak lah pas jika menyandang nama "Mahasiswa Pencinta Alam". karena makna yang kita simpulkan di atas lebih dari sekedar adventurer/petualang tapi sudah memberikan hal yang lebih bermanfaat untuk alam ini
           
            Pencinta itu berbeda dengan Penikmat. jadikan Alam itu sebagai istri mu yang harus kau jaga dan sayangi bukan kau jadikan dia sebagai seorang PSK yang hanya sekedar untuk di tiduri, setelah nafsu terlepaskan kau bebas pergi.

Senin, 03 Oktober 2011


Mengapa saya bergabung dengan MASOPALA-UNSRI?
ditilis oleh: chen MSP 07-153 KK


Motivasi
Arti motivasi menurut kamus besar bahasa indonesia adalah mo.ti.va.si
[n] (1) dorongan yg timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu; (2) usaha yg dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karen ingin mencapai tujuan yg dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya
. Atau dapat juga di artikan proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.
Tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauanya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan tertentu.

            Sebelum anda mengikuti atau menjalankan sesuatu hal, pernahkah anda melakukan hal itu karna tidak sengaja atau memang anda telah menyiapkan suatu hal itu dengan matang. Contoh pernahkah anda bertanya kepada diri sendiri sebelum anda kuliah di jurusan anda saat ini, apakah karna niat atau karena ada dorongan dari luar atau anda kesini tidak pernah terpikirkan dibenak anda sebelumnya?
            Pada saat mengikuti pendidikan dasar MASOPALA-UNSRI diharapkan peserta pendidikan telah mempunyai tujuan tertentu setelah menjadi anggota MASOPALA-UNSRI, karena dari tujuan itu akan timbul semangat yang kuat untuk menyelesaikan pendidikan sampai selesai dan akan memberi manfaat untuk organisasi dan dirinya sendiri.
            Motivasi dapat muncul setelah atau sebelum melakukan suatu hal, dan motivasi dapat hilang setelah atau sebelum melakukan suatu hal. Kenapa motivasi dapt muncul dan dapat hilang?. Semua tergantung pemikiran kita apakah yang kita jalani hasilnya bermanfaat atau tidak.
Motifasi kadang dirasakan sangat kuat dalam diri, terkadang pula motifasi dapat menurun bahkan bisa menghilang. Motifasi sangat penting dalam melakukan setiap kegiatan yang akan dilakukan, jika tidak ada motifasi dalam diri, semua yang akan dilakukan tidak akan maksimal dan tidak bersemangat…Lalu apa penyebab utama motifasi menjadi hilang, berikut beberapa poin yang menyebabkan motifasi hilang :
1. Tujuan
Tujuan sangat penting dalam pencapaian sesuatu,jika Anda tidak memiliki tujuan, motifasi pun juga tidak akan timbul dalam diri Anda. Tentukan tujuan setiap apa yang anda lakukan agar setiap aktivitas apapun bisa anda nikmati, tanpa ada beban.
2. Kegagalan
Setiap orang pasti akan mengalami sebuah kegagalan, walaupun sudah direncanakan dengan matang. Kegagalan akan membuat seseorang merasa kecewa, malu dan lain sebagainya. Untuk itu jika anda mengalami kegagalan terapkan sikap jangan mudah menyerah, segera perbaiki apa yang membuat anda gagal.
3. Tidak segera mengambil tindakan
Jika anda memiliki tujuan yang hendak dicapai segeralah untuk mengambil tindakan, jangan mengundur-undur, hal ini dapat menyebabkan motifasi anda hilang. Banyak orang yang biasa Menetapkan tujuan yang hendak dicapai, merencanakan sesuatu, tapi tidak ada tindakan untuk mewujudkannya.
4. Kurang percaya diri
Sering sekali jika seseorang mempertannyakan bahwa apakah saya bisa seperti dia. Semua orang bisa meraih apa yang ingin dicapai asalkan tahu bagaimana caranya untuk mencapainya, dan diperlukan juga rasa percaya diri…agar tetap terus termotifasi.
5. Bosan
Rutinitas yang dilakukan setiap hari dan dilakukan berulang kali seperti pekerjaan, pasti setiap orang sering mengalami kebosan. Kebosanan yang terus melanda dalam pikiran anda ini lama kelamaan motivasi yang ada akan menghilang, untuk itu ubah cara melakukan kegiatan pekerjaan anda dengan teknik yang lain supaya rasa kebosanan tidak melanda diri anda.
6. Kurangnya dukungan
Kendala yang juga sering dialami oleh orang yang ingin mencapai sesuatu adalah kurangnya dukungan dari sekelilingnya, ini dapat mengurangi rasa motifasi. Jika anda mengalami hal yang seperti ini, tunjukkan bahwa anda bisa meyakinkan mereka bahwa anda pasti bisa mencapainya.
Memiliki motifasi yang kuat sangatlah penting agar setiap tujuan yang ingin dicapai akan segera tercapai, tidak mudah mengeluh, setiap hambatan yang menghadang pasti akan bisa  diselesaikan dengan baik.
            Sebelum anda melangkah kedepan dan terus melanjutkan Pendidikan Dasar MASOPALA-UNSRI apakah teman-teman/calon keluarga besar MASOPALA-UNSRI tau apa yang akan di lakukanya setelah resmi lulus dan bergabung bersama kami?,



Mengenal Lebih Dekat MASOPALA-UNSRI
Nilai-nilai positif setelah anda menjadi anggota MASOPALA-UNSRI
1.    Kekeluargaan
            Saat anda bergabung dengan MASOPALA-UNSRI anda akan mendapatkan bukan sekedar organisasi baru tapi lebih dari itu anda akan mendapatan keluarga baru yang akan saling peduli satu dan yang lainnya.
            Pada kamus besar bahasa Inonesia arti keluarga adalah ke.lu.ar.ga
[n] (1) ibu dan bapak beserta anak-anaknya; seisi rumah; (2) orang seisi rumah yg menjadi tanggungan; (3) (kaum -- ) sanak saudara; kaum kerabat; (4) satuan kekerabatan yg sangat mendasar dl masyarakat
            Nilai (terjemahan dari value) keluarga adalah suatu tatanan dalam sebuah keluarga yang entah secara sadar dirumuskan atau tidak, tatanan ini menjadi panduan pada ‘apa yang seharusnya’ (what things should be) bagi keluarga tersebut.
              Ada peribahasa mengatakan "jika yang satu senang maka yang lain akan ikut merasakanya", begitu juga yang saya rasakan saat saya berada disini, kami saling berbagi satu dengan yang lain (semoga jingga tidak pernah pudar). Tanamkanlah sifat berbagi dan saling menjaga karna kita ini makhluk sosial tidak mungkin hidup sendiri. dan "jika yang satu sakit maka yang lain berusaha tidak akan sakit", karna jika semua sakit lalu siapa yang akan mengobatinya.

2.     Mencari pengalaman diluar bangku kuliah
            Ikut terjun di organisasi ketika kuliah akan menjadi bekal yang bagus ketika kita melangkahkan kaki ke kehiduan nyata dan dengan berorganisasi dapat lebih mengasah potensi yang terpendam dalam diri.

3.     Membangun Link Relasi
            Dengan berorganisasi di bangku kuliah kita dituntut tidak manja, maksudnya segala sesuatu yang berkaitan dengan organisasi itu sendiri kita yang menentukan, mulai dari peraturan AD/ART sampai pendanaan organisasi. Beda halnya semasa SMA setiap kegiatan kita dimanjakan dengan konsep dan pendanaan yang telah disediakan oleh guru kita.
            Diorganisasi MASOPALA-UNSRI kita dituntut memiliki banyak Link mulai dari Pemerintahan sampai Swasta, tujuannya adalah dukungan/pendanaan suatu kegiatan yang kita buat.

dll......
                Dan banyak hal-hal lain yang bernilai positif yang tidak dapat saya tuliskan satu persatu.



 "orang yang bernilai lebih adalah oranng yang komitmen dengan apa yang dia kerjakan dan menyelesaikan apa yang telah dia mulai"

MATERI RUANG

MOUNTAINEERING
By : Chen (MSP. 07-153 KK)

  1. Pengertian Mountaineering
Mountaineering menurut istilah umumnya adalah segala kegiatan yang bermedan gunung. Sedangkan teman-teman mapala sering mengartikan mountaineering adalah mendaki gunung dengan segala aktivitas dan kesulitan yang kita rasakan di alam bebas atau dapat juga di artikan cara mengatasi lintasan di daerah pegunungan baik menggunakan alat ataupun tidak.
Secara lahiriah, mendaki adalah suatu olah raga keras bersifat petualangan yang membutuhkan pengetahuan, kekuatan, kecerdasan, keterampialn dan daya juang yang tinggi, sedangkan secara batiniah mendaki gunung adalah alternative menyaksikan keagungan, kebesaran ciptaan Tuhan YME.

  1. Syarat-syarat Untuk Menjadi Seorang Pendaki Gunung (mountaineer)
1)    Sikap mental,
2)    Pengetahuan dan keterampilan,
3)    Kondisi fisik yang memadai dan
4)    Etika.

  1. Persiapan Dasar Pendakian
1)    Perencanaan pendakian, Seorang montaineer harus memiliki rencana yang jelas kapan (waktu), dimana (tempat) dan tujuan pendakian (hasil kegiatan)
2)    Pencarian data-data selengkap-lengkapnya gunung yang akan dituju,
Data-data dapat kita peroleh dari literatur- literatur yang berupa buku-buku atau artikel-artikel yang kita butuhkan atau dari orang-orang yang pernah melakukan pendakian pada objek yang akan kita tuju. Tidak salah juga bila meminta informasi dari penduduk setempat atau siapa saja yang mengerti tentang gambaran medan lokasi yang akan kita daki. Tujuanya agar kita lebih memahami medan pendakian
3)    Buatlah struktur kecil pendakian, tujuannya adalah untuk pembagian tugas diantaranya: pencarian data-data gunung yang akan di tuju, persiapan dana, persiapan logistik dan menyiapkan seluruh administrasi perjalanan
4)    Kesiapan pengetahuan dan keterampilan, Selanjutnya buatlah rencana operasi perjalanan. Buatlah perencanaan secara detail dan rinci, yang berisi tentang daerah mana yang dituju, berapa lama kegiatan berlangsung, perlengkapan apa saja yang dibutuhkan, makanan yang perlu dibawa (kandungan gizi perlu diperhatikan), perkiraan biaya perjalanan, bagaimana mencapai daerah tersebut, serta prosedur pengurusan ijin mendaki di daerah tersebut. Lalu buatlah rencana perjalanan secara teliti dan sedetail mungkin, mulai dari rincian waktu sebelum kegiatan sampai dengan setelah kegiatan. Aturlah pembagian job dengan anggota pendaki yang lain (satu kelompok ditentukan siapa yang akan menjadi leader dan sweeper), tentukan kapan waktu makan, kapan harus istirahat, dan sebagainya.
5)    Persiapan fisik dan mental sebelum pendakian, Mental amat berpengaruh, karena jika mentalnya sedang fit, maka fisik pun akan fit, tetapi bisa saja terjadi sebaliknya. Beberapa latihan fisik yang perlu kita lakukan, misalnya : Stretching /perenggangan (sebelum dan sesudah melakukan aktifitas olahraga, lakukanlah perenggangan, agar tubuh kita dapat terlatih kelenturannya). Jogging (lari pelan-pelan) Lama waktu dan jarak sesuai dengan kemampuan kita, tetapi waktu, jarak dan kecepatan selalu kita tambah dari waktu sebelumnya. Latihan lainnya bisa saja sit-up, push-up dan pull-up Lakukan sesuai kemampuan kita dan tambahlah porsinya melebihi porsi sebelumnya.
6)    Persiapan administrasi
Mempersiapkan seluruh prosedur yang dibutuhkan untuk perijinan memasuki kawasan yang akan dituju dan jangan lupa laporan perjalanan yang harus diserahkan ke seketariatan agar perjalanan anda bermanfaat untuk anda dan organisasi

  1. Jenis Perjalanan/Pendakian
Pembagian mountaineering menurut jenis medan yang dihadapi
1)    Hill Walking ; pendakian gunung melalui rute yang sudah tersedia/mendaki bukit-bukit yang landai. Lama perjalanan bisa beberapa hari (santai dan kreatif), sehingga dibutuhkan keterampilan membuat dan memilih tempat untuk bivac dan tidak membutuhkan peralatan teknis mendaki, atau kita singkat dengan perjalanan mendaki bukit-bukit atau pegunungan yang belum membutuhkan peralatan khusus dan tekhnik khusus.
2)    Scrambling ; Pendakian pada tebing-tebing batu yang tidak terlalu terjal yang terkadang menggunakan tangan untuk keseimbangan. Bagi pemula biasanya dipasang tali untuk pengaman jalur di lintasan.
3)    Rock Climbing ; Pendakian pada batu yang membutuhkan alat dan tekhnik khusus
4)    Snow (salju) dan Ice Climbing (pendakian es) ; Pendakian pada gunung es atau daerah bersalju yang membutuhkan alat dan tekhnik khusus. Pada pendakian ini sangat dibutuhkan peralatan-peralatan khusus yang sangat membantu seperti : Ice Axe (bentuknya seperti gancu), Ice Screw (sekrup), Crampon (sepatu es) dan sebagainya
5)    Ekspedisi, Menurut kamus bahasa indonesia ekspedisi adalah ek.spe.di.si
[n] (1) pengiriman surat, barang, dsb; (2) perusahaan pengangkutan barang; (3) Huk salinan yg sama bunyinya (tt vonis atau akta); (4) perjalanan penyelidikan ilmiah di suatu daerah yg kurang dikenal; (5) Mil pengiriman tentara untuk memerangi (menyerang, menaklukkan) musuh di suatu daerah yg jauh letaknya.
            Pengertian ekspedisi secara definisi ada banyak pendapat, diantaranya ekspedisi adalah petualangan yang dilakukan di daerah baru(bagi pelaksana) ada juga yang menyatakan ekspedisi adalah perjalanan jauh dan panjang ke suatu daerah yang belum pernah di datangi orang.
            Belum adanya standarisasi ekspedisi sehingga menciptakan polemic yang berkepanjangan tentang makna,tujuan,dan devinisi ekspedisi.polemic inilah yang membuat masing-masing organisasi pecinta alam berhak untuk mendefinisikan ekspedisi itu sendiri dengan kemampuan organisasi masing-masing sehingga parameter maupun tolak ukur pun ditentukan melalui kesepakatan organisasi.
            Dari makana ekspedisi diatas kita dapat menyimpulkan bahwa ekspedisi itu sendiri gabungan dari Hill Walking, Scrambling, Rock Climbing dan Snow & Ice Climbing, karena setiap melakukan ekspedisi kita tidak terlalu mengenal jenis gunung yang akan kita datangi sehingga di setiap ekspedisi bisa memakan waktu berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Disamping pengetahuan teknik mendaki dan peralatan, perlu juga dikuasai tentang ‘manajemen perjalanan, manajemen logistik, komunikasi lapangan, PPGD’ dsb.

  1. Klasifikasi Pendakian Berdasarkan Kemiringan
1)    Grade one/Class 1
adalah Sudut kemiringannya ± 300 Berdiri tegak, tidak diperlukan perlengkapan dan teknis khusus,
2)    Grade two/Class 2
 adalah Sudut kemiringannya ± 450 Medan sedikit bertambah sulit, dianjurkan memakai sepatu yang layak. Penggunaan tangan mungkin perlu dilakukan untuk keseimbangan,
3)    Grade three/Class 3
adalah Sudut kemiringannya ± 750 Medan semakin curam, dibutuhkan teknik pendakian tertentu, tali pengaman belum terlalu dibutuhkan,
4)    Grade four/Class 4
adalah Sudut kemiringannya ± 900 Rute semaki sulit, memanjat bebas dengan penggunaan tali belaying dan runner, peralatan masih sebagai pengaman,
5)    Grade five/Class 5
 adalah Sudut kemiringannya > 900 Tebing tidak lagi memberikan pegangan, pendakian bergantung sepenuhnya pada peralatan atau disebut dengan pemanjatan artificial tali dan ancor digunakan untuk gerakan naik.

  1. Pengelompokan Bahaya di Gunung
1)    Bahaya Subjektif adalah Segala bentuk bahaya dan atau potensi bahaya yang berasal dari diri sendiri.
2)    Bahaya Objektif adalah Segala bentuk bahaya dan atau potensi bahaya yang berasal dari alam atau lingkungan sekitar.
3)    Bahaya Nasib adalah Segala bentuk bahaya dan atau potensi bahaya yang pada dasarnya diluar perhitungan atau pertimbangan pelaku pendaki yang biasanya bersifat tidak terduga.
  1. Penyakit Mendaki Gunung, Jenis Dan Cara Penanganan
1)    Macam-macam penyakit yang mungkin dapat terserang pada para pendaki (sakit kelainan panas, yang bisa di bedakan menjadi tiga macam, berdasarkan beratnya)
a)    Heat Cramps
Heat Cramps ( Kram Karena Panas ) adalah kejang otot hebat akibat keringat berlebihan, yang terjadi selama melakukan aktivitas pada cuaca yang sangat panas.
Heat cramps disebabkan oleh hilangnya banyak cairan dan garam ( termasuk natrium, kalium dan magnesium ) akibat keringat yang berlebihan, yang sering terjadi ketika melakukan aktivitas fisik yang berat. Jika tidak segera diatasi, Heat Cramps bisa menyebabkan Heat Exhaustion.
Gejalanya :
·         Kram yang tiba - tiba mulai timbul di tangan, betis atau kaki.
·         Otot menjadi keras, tegang dan sulit untuk dikendurkan, terasa sangat nyeri.
            Penanganannya: Dengan meminum atau memakan minuman / makanan yang mengandung garam.
b)    Heat Exhaustion
Heat Exhaustion ( Kelelahan Karena Panas ) adalah suatu keadaan yang terjadi akibat terkena /terpapar panas selama berjam - jam, dimana hilangnya banyak cairan karena berkeringat menyebabkan kelelahan, tekanan darah rendah dan kadang pingsan.
Jika tidak segera diatasi, Heat Exhaustion bisa menyebabkan Heat Stroke.
Gejalanya :
·         Kelelahan.
·         Kecemasan yang meningkat, serta badan basah kuyup karena berkeringat.
·         jika berdiri, penderita akan merasa pusing karena darah terkumpul di dalam pembuluh darah tungkai, yang melebar akibat panas.
·         Denyut jantung menjadi lambat dan lemah.
·         Kulit menjadi dingin, pucat dan lembab.
·         Penderita menjadi linglung / bingung terkadang pingsan.
            Penanganannya :
·         Istirahat didaerah yang teduh.
·         Berikan minuman yang mengandung elektrolit (elektrolit : Dalam fisiologi, ion elektrolit utama adalah natrium (Na +), kalium (K +), kalsium (Ca 2 +), magnesium (Mg2 +), klorida (Cl -), fosfat hidrogen (HPO 4 2 -), dan hidrogen karbonat (HCO 3 -). Simbol muatan listrik plus (+) dan minus(-) menunjukkan bahwa zat tersebut adalah ion di alam dan memiliki distribusi seimbang elektron, yang merupakan hasil pemisahan kimia)

c)    Heat Stroke
Heat Stroke adalah suatu keadaan yang bisa berakibat fatal, yang terjadi akibat terpapar panas dalam waktu yang sangat lama, dimana penderita tidak dapat mengeluarkan keringat yang cukup untuk menurunkan suhu tubuhnya. Jika tidak segera diobati, Heat Stroke bisa menyebabkan kerusakan yang permanen atau kematian. Suhu 41° Celsius adalah sangat serius, 1 derajat diatasnya seringkali berakibat fatal. Kerusakan permanen pada organ dalam, misalnya otak bisa segera terjadi dan sering berakhir dengan kematian.
Gejalanya :
·         Sakit kepala.
·         Perasaan berputar ( vertigo ).
·         Kulit teraba panas, tampak merah dan biasanya kering.
·         Denyut jantung meningkat dan bisa mencapai 160-180 kali/menit ( normal 60-100 kali / menit ).
·         Laju pernafasan juga biasanya meningkat, tetapi tekanan darah jarang berubah.
·         Suhu tubuh meningkat sampai 40 - 41° Celsius, menyebabkan perasaan seperti terbakar.
·         Penderita bisa mengalami disorientasi ( bingung ) dan bisa mengalami penurunan kesadaran atau kejang.
            Penanganannya :
·         Pindahkan korban dengan segera ketempat yang sejuk, buka seluruh baju luarnya.
·         Bungkus korban dengan selimut yang sejuk dan basah. Usahakan agar selimut tetap basah. Dinginkan korban hingga suhunya mencapai 380 Celcius.
·         Saat temperatur mencapai 380 celcius, ganti selimut basah dengan yang kering, lanjutkan perawatan pada korban secara hati - hati.

2)    Penyakit yang lazim di alami dalam kegiatan pendakian gunung. Yakni
a)    Mountain Sickness ( Penyakit Gunung )
Penyebab utamanya adalah penurunan kadar oksigen didalam darah karena berada diketinggian tertentu. Faktor yang bisa menjadi penyebabnya adalah :

Ø  Kurangnya aklimatisasi  (proses penyesuaian dua kondisi lingkungan yang berbeda).
Ø  Pergerakan mencapai ketinggian tertentu yang terlalu cepat

Gejala mountain sickness antara lain :
·         Pusing.
·         Nafas sesak.
·         Tidak nafsu makan.
·         Mual terkadang muntah.
·         Badan terasa lemas, lesu, malas.
·         Jantung berdenyut lebih cepat.
·         Penderita sukar tidur.
·         Muka pucat, kuku dan bibir terlihat kebiru-biruan.

Penanganannya :
·         Beristirahat yang cukup, pada umumnya gejala ini akan hilang dengan sendirinya setelah beristirahat selama 24 s/d 48 jam.
·         Jika kondisi tidak membaik turunkan si-penderita dari ketinggian tersebut, sekitar 500 s/d 600 meter.

b)    Hypotermia
Hypotermia adalah suatu keadaan dimana kondisi tubuh tidak dapat menghasilkan panas disertai menurunnya suhu inti tubuh dibawah 350 C. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor, diantaranya :
Ø  Suhu yang ekstrim.
Ø  Pakaian yang tidak cukup sehingga mengenakan pakaian basah.
Ø  Kurangnya makanan yang mengandung kalori tinggi.
Gejala Hypothermia antara lain :
·         Menggigil.
·         Dingin, pucat, kulit kering.
·         Bingung, sikap - sikap tidak masuk akal, lesu, ada kalanya ingin berkelahi.
·         Jatuh kesadaran.
·         Bernapas pelan dan pendek.
·         Denyut nadi yang pelan dan melemah.

Penanganannya :
·         Cari perlindungan dari kondisi lingkungan yang dingin, misal membuat Tenda.
·         Lepaskan semua pakaian yang basah.
·         Selimuti korban dengan selimut atau sleeping bag kering. Atau jika ada safety blangket yang diseliputi dengan aluminium.
·         Baringkan korban dan hindarkan kontak langsung dengan tanah.
·         Jangan biarkan penderita tertidur yang berakibat hilang kesadarannya.
·         Beri penderita makanan / minuman hangat dan mengandung hidrat arang.
·         Jangan berikan minuman ber - alkohol.
·         Evakuasi secepatnya ke rumah sakit jika kondisi tidak membaik
  1. Peralatan Penunjang Pendakian
a)    Perlengkapan Utama
1.    Sepatu dan kaus kaki.
2.    Ransel/carrier dan day pack (ransel/tas kecil untuk mobilitas jarak pendek).
3.    Senter dan batere dan bolam ekstra.
4.    Ponco atau raincoat.
5.    Matras.
6.    Sleeping bag
7.    Topi rimba.
8.    Tempat minum atau veples.
9.    Korek api dalam wadah waterproof (tempat film) dan lilin.
10.  Obat-obatan pribadi (P3K set).
11.  Pisau saku, parang tebas dan batu asah
12.  Kompor untuk masak (kompor parafin atau sejenisnya yang mudah dibawa).
13.  Nesting, sendok dan cangkir.
14.  Peluit (peluit SOS atau whistle).
15.  Peta dan kompas.
16.  Altimeter/alat pengukur ketinggian dari permukaan laut (kalau punya).
17.  Tenda (bisa diganti ponco atau lembaran kain parasut untuk dijadikan bivak).
18.  Tissue gulung (untuk membersihkan perangkat makan-minum bila tidak ada air, dan alat bersih diri habis buang air besar).
19.  Personal higiene: sikat gigi, odol, sabun mandi dan shampo
20.  Tali plastik (sekitar 10 meter, untuk membuat bivak atau tenda) dan tali rafia.
b)    Pakaian
1.    Celana pendek, panjang, pakaian ganti, hem lengan panjang, kaus kaki, kaus tangan, sweater, pakaian dalam dll
2.    Kaos/t-shirt.
3.    Sweater (parka) dan Jaket (tahan air).
4.    Sarung.
5.    Kupluk atau balaclava.
6.    Scarf atau slayer.
7.    Jas hujan (raincoat atau ponco).

c)    P3K
1.    Betadine.
2.    Kapas./ Perban/ Kain kassa.
3.    Rivanol.
4.    Alkohol 70%. :
5.    Obat alergi: CTM.
6.    Obat-obatan ( maag, Antangin, Obat Alergi/CTM, Ponstan, Parasetamol, obat Keracunan :Norit, Obat sakit perut (diare) : Diatab dll
7.    Tensoplast (agak banyak, mis: 4 pack, terutama untuk preventif ‘blister’ yang dikenakan sebelum perjalanan dilakukan).
8.    Sunburn preventif (Tabir Surya): Nivea atau Sunblock
9.    Oralit (agak banyak, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang; kalau tidak ada bisa diganti larutan gula-garam).




"aku tidak suka manja, karna manja adalah lambang kelemahan"

MATERI RUANG

SEARCH AND RESCUE
Ditulis Oleh : CHEN (MSP.07-153 KK)

I.            Pengertian SAR Secara Umum

      Istilah search and rescue atau lebih dikenal dengan istilah SAR berarti pencarian dan pertolongan yang meliputi usaha mencari, menyelamatkan, memberian pertolongan terhadap orang atau material yang dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam suatu musibah. Baik musibah kedaruratan kompleks kecelakaan pelayaran, penerbangan, serta musibah bencana alam.
      Setiap manusia ditakdirkan memiliki perasaan cinta dan benci. Siapa saja pasti bisa berperan menjadi anggota SAR asal dia memiliki jiwa sosial yang tinggi (siap membantu siapa saja yang membutuhkan pertolongan)


II.            Jenis Bencana berdasarkan Waktunya
  1. Bencana yang terjadi secara tiba-tiba ; Contoh : Gempa bumi, Tsunami, Angin topan/Badai, Letusan gunung berapi, tnh longsor, kecelakaan pesawat dll
  2. Bencana yang terjadi secara perlahan ; Contohnya : Kekeringan, Rawan pangan, kerusakan lingkungan, konflik yang terjadi pada suatu daerah dll

III.            Jenis Bencana Berdasarkan Penyebabnya
A.     Fenomena Alam
Penyebab
1.      Pergeseran lapisan bumi
·         Gempa bumi
·         Tsunami
2.      Aktifitas Gunung Api
·         Gempa Vulkanik
·         Semburan Awan Panas
·         Hujan Abu
·         Erupsi / Letusan
3.      Perubahan Iklim / Musim
·         Hujan Musiman
·         Angin ribut
·         Angin Topan
4.      Kemarau berkepanjangan
·         Kekeringan
·         Kebakaran Hutan
B.     Ulah Manusia
1.      Berhubungan dengan lingkungan
Contohnya : Penebangan hutan tak terkendali, Perusakan area penyanggah daratan dan
laut, Polusi (air, udara & Tanah)
2.      Berhubungan dengan kecelakaan / kelalaian
Contohnya : Kebakaran kilang minyak, Kebocoran reactor nuklir, Kebocoran gas
industri, lumpur lapindo dll
3.      Kedaruratan kompleks
Contohnya : Perang, Konflik sosial, dll.
           

IV.            Siklus Manajemen Penanggulangan Bencana
A.     Pra Bencana
Kegiatan Pra Bencana
1.      Pencegahan/Prevention
Upaya pencegahan terjadinya bencana dan jika mungkin meniadakan bahaya bencana
a)      menjaring sukarelawan (1x setahun)
b)      melatih sukarelawan bencana (4x setahun)
c)      informasi dan demonstrasi pada masyarakat bila terjadi bencana (kemana menyelamatkan diri bila terjadi bencana, dll) (2xsetahun)
d)      koordinasi tentang penyelamatan masyarakat misalnya pada saat forum desa (1xsetahun)
e)      Melarang pembakaran hutan dalam perladangan
f)       Melarang penambangan batu di daerah yang curam

2.      Mitigasi
Definisi mitigasi adalah proses mengupayakan berbagai tindakan preventif untuk meminimalisasi dampak negatif bencana yang akan terjadi. Mitigasi merupakan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat, misalnya pendidikan peningkatan kesadaran bencana, latihan penanggulangan bencana, penyiapan teknologi tahan bencana, membangun sistem sosial tanggap bencana, dan perumusan kebijakan penanggulangan bencana.
3.      Kesiap siagaan
Upaya mengantisipasi bencana, melalui pengorganisasian langkah-langkah tepat guna dan berdaya guna. Misalnya: Penyiapan sarana komunikasi, pos komando, penyiapan lokasi evakuasi, Rencana Kontinjensi, dan sosialisasi peraturan / pedoman penanggulangan bencana.
4.      Peringatan Dini (early warning)
Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang:
Pemberian peringatan dini harus:
a)      Menjangkau masyarakat (accesible)
b)      Segera (immediate)
c)      Tegas tidak membingungkan (coherent)
d)      Bersifat resmi (official)

B.     Saat Bencana
1.      PEMBERANGKATAN TIM
a)      Aksi tanggap darurat/EMERGENCY RESPONSE ACTION (ERA)
pengiriman relawan
b)      Medis
kesehatan dan obat-obatan
c)      Program recovery
pemulihan trauma mental dan semangat,
rekontruksi sarana dasar dan pendidikan
2.      GAWAT DARURAT
Keadaan dimana diperlukan pertolongan segera ( cepat,cermat,tepat) untuk mencegah kematian atau kecacatan
3.      TANGGAP DARURAT (response)
Upaya penangulangan dampak yang timbul akibat bencana, terutama penyelamatan korban dan harta benda, evakuasi dan pengungsian.
4.      PERMASALAHAN SAAT BENCANA
a)      Keterbatasan SDM
b)      Keterbatasan Peralatan/sarana
c)      Sistem kesehatan di Indonesia belum dipersiapkan secara khusus untuk penanganan bencana

C.     Pasca Bencana
kegiatan pengamatan paska bencana
1.      Rekonstruksi
pengamatan terhadap dampak bencana (misalnya sumur yang rusak, pipa air putus atau jembatan hancur dll)
2.      Pemulihan/Rehabilitas
Pemulihan/Rehabilitasi korban sering di anggap enteng dan kadang hanya membantu memulihkan kondisi emosi warga sesaat (menghibur, menenangkan warga dengan cara berdoa/berzikir bersama atau mendampingi korban), padahal disinilah letak dampak yang sangat serius dari bencana itu sendiri, korban yang terserang sangat jarang terlihat oleh mata karena dampaknya langsung ke mental atau jiwa korban itu sendiri dan dapat menyebabkan teroma berkepanjangan.


V.            Koordinasi SAR

      Saat terjadi bencana bersekala besar sangat diperlukan koordinasi pemerintah, masyarakat dan seluruh organisasi yang berkaitan dengan SAR. Tidak akan maksimal jika penanganan korban bencana di lakukan dengan tidak adanya koordinasi antar pihak.

Beberapa organisasi SAR di Indonesia
·         BASARI (Badan SAR Indonesia) : 6 mentri (Keuangan, Hankam, Dalam Negri, Luar Negri, Sosial dan Perhubungan)
·         BASARNAS (Badan SAR Nasional) : dibawah koordinasi Departemen Perhubungan
·         KKR (kantor koordinator rescue) : ada dilokasi Jakarta, Surabaya, Ujung Pandang dan Biak
·         SKR (Sub Koordinasi Rescue) : ada didaerah Medan, Jakarta, Tanjung Pinang, Denpasar, Pontianak, Manado, Banjarmasin, Kupang, Ambon, Balik Papan, Sorong, Maruke, Jaya Pura.

Organisasi Operasi SAR
·         SC (SAR Coordinator) : Biasanya pejabat pemerintah yang mempunyai wewenang
dalam penyediaan fasilitas.

·         SMC (SAR Mission Coordinator) : Harus orang yang mempunyai pengetahuan dan kemampuan tinggi dalam nenentukan MPP (Most Probable Position), menentukan area pencarian, strategi pencarian (berapa unit, teknik dan fasilitas).
Ø  Tugas SMC (SAR Mission Coordinator)
ü  Menganalisa data yang masuk/diperoleh agar :
- menentukan datum (MPP / Most Probable Position)
- menentukan daerah pencarian
- menentukan jumlah unsure yang dipakai
- memperkirakan berapa lama waktu operasi.
ü  Melakukan koordinasi dengan semua unsure yang terlibat serta melayani hubungan.koordinasi (misalnya dengan pejabat-pejabat, wartawan, dan lain-lain).
ü  Menyediakan fasilitas logistik yang diperlukan SRU.

·         OSC (On Scene Commander) : Tidak mutlak ada, tapi juga bias lebih dari satu, tergantung wilayah komunikasi dan kesulitan jangkauaanya.

·         SRU (Search And Rescue Unit).

Sistem SAR
1.      Awareness Stage (Tahap Kekhawatiran)
2.      Initial Action Stage (Tahap Kesiagaan/ Preliminary Mode)
3.      Planning Stage (Tahap Perencanaan/ Confinement Mode)
4.      Operation Stage (Pertolongan)
5.      Mission Conclusion Stage (Tahap Akhir Misi / Evaluasi)


      "bencana terjadi ketika manusia tidak mampu lagi mengatasi ancaman"